yanuar's posts with tag: al qur'an

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag al qur'an
Artikel ini aku baca cukup menyenangkan, aku dapat dari seorang mualaf yg bergabung di sebuah Forum MP. Begini ceritanya >>>

"Please, ladies, know your rights in Islam! Men are not allowed to beat women in Islam. In fact IF they DO touch you, they can't even leave a mark on your skin, there should not even be a red mark (you know, that fades away in seconds).

The hijab is a woman's choice, it is not forced upon them. Anyone that forces their women to wear it is ruled by culture, and not by Islam. Most women make the choice to wear hijab because it FREES them from oppression. Do you truly think a half naked woman sitting on a car to SELL the car is not oppression? Women being used as sexual objects? A woman in hijab is looked at with the highest respect, and for her mind, and not her beauty."

Nah itu baru sebagian dari isi lengkap artikel nya yg tidak lain adalan merupakan jawaban beliau sebagai mualaf yg banyak ditanya oleh family dan teman2 nya tentang Apa dan bagaimana di dalam Islam.

Artikel ini menggunakan bahasa Inggris, beliau dari Canada. Link yg bisa dikunjungi di sini
Sengaja aku cuma tampilkan sebagian artikelnya, mengingat ini adalah hasil dari copas, selain kalian juga bisa menjadi bagian dari forum artikel ini, aku berharap kalian bisa memperoleh hal yg lbih baik lebih banyak lagi 

Jan 24th 2008
Berita ini membuat aku terhenti sejenak untuk membacanya. Aku dapatkan report ini dari seorang contact, asa - terima kasih untuk link na, yang memuatkan link tentang Muslim di dunia, di Forum ini ada 2 versi bahasa yg digunakan dalam upload journal na. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, berisi tentang segala berita Muslim di dunia.
Berikut penggalan berita na >>>
"Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam."

Setelah membaca journal ini, aku jadi teringat sewaktu masih SMA dulu di pelajaran Biologi tentang Teori Evolusi. Pak Yono, begitu akrab disapa nama guru Biologi ku SMA, pernah berkata "Ini sebagai pengetahuan saja, jangan dikaitkan dengan bahasan bahwa orang yg mempercayai teori evolusi penciptaan manusia Darwin adalah kafir ( maaf-author ), sebenarnya Charles Darwin dengan tanpa Teori Evolusi penciptaan Manusia-nya, dia sudah bisa disebut kafir ( bukan muslim-author ), tapi ini sebagai pelajaran saja, sebagai pengetahuan buat kalian......."
Kemudian beliau menerangkan ttg Teori tsb, sangat singkat. Ditambah lagi teringat dengan perkataan guru Kimia SMA ku, Pak Sapto Sri Nugroho, tentang Teori Penciptaan, asal usul material yg tercipta di alam ini berawal dari apa? Beliau lebih percaya dengan Teori Penciptaan, bahwasanya >> Allah SWT telah menciptakan alam semesta ini telah lengkap dengan segala sesuatunya yg berguna dan dapat digunakan oleh manusia untuk segala kebaikan dan kemajuan pikiran dan teknologi yg dimiliki manusia, kompleet. Daripada teori Evolusi atau teori-teori yg berkaitan dengan hadirnya kehidupan dan sesuatu yg ada di dunia ini.

Clue >>> Memang kekuasaan Allah SWT adalah bersifat MUTLAK dan ABSOLUT, tidak ada yg bisa mengingkari atau membantahNya. Semuanya sudah terhimpun dalam "kamus kehidupan manusia" Al Qur'an. Barang siapa yg sungguh-sungguh mempelajari isi kandungan Al Qur'an pasti akan selamat dunia akhirat. Sudah terbukti pada Rosulullah Muhammad SAW yg telah menjadi contoh cara hidup yg baik bagi kita semua.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini >> http://muslim.multiply.com/journal/item/929

Sebelum anda bisa membacanya, sebaiknya anda bergabung dulu di forum tersebut.
Jika anda bukan seorang muslim, tapi ingin mengetahui beritanya, silahkan bersiap dengan segala berita yg termuat dalam journal di forum tersebut.

Blog EntryBerapa lama Kita dikubur?Nov 11, '07 9:04 AM
for everyone

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .

“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”

dari : http://www.motivasi.web.id/?p=75#more-75


Blog EntryIslam Berkontribusi Besar pada PeradabanSep 25, '07 12:14 AM
for everyone

Islam Berkontribusi Besar pada Peradaban


SM/Sutomo BERDOA: Suasana tarawih keluarga besar Suara Merdeka Group di kediaman Ir H Budi Santoso Jl Sultan Agung 62, semalam.


SEJARAH mencatat, Islam pernah mencapai masa kejayaan. Tak ada yang bisa menampik, bahkan dunia Barat yang merasa pinunjul sekalipun, atas kontribusi besar dunia Islam pada peradaban dunia.

Tapi pertanyaannya, mengapa sekarang Islam seperti tersalip oleh dunia Barat? Mengapa umat Islam kebanyakan berada pada level semenjana, satu-dua tingkat di bawah Amerika Serikat atau Eropa yang terlihat begitu maju dan mengilap?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang dilontarkan oleh Sekjen Menko Kesra, Prof Dr HA Qodri A Azizy MA, ketika menyampaikan tausiyah seusai tarawih keluarga besar Suara Merdeka Group, semalam. Kegiatan itu dilakukan di kediaman Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, Jl Sultan Agung 62, Semarang.

''Ketika Islam sudah mencapai masa kejayaan, Eropa masih berada pada abad kegelapan. Maka, ketika itu banyak tokoh Eropa yang belajar di pusat-pusat peradaban Islam,'' kata Qodri yang mantan rektor IAIN Walisongo tersebut.

Para peserta tarawih itu pun manggut-manggut. Tak terkecuali, Budi Santoso yang menjadi sahibul bait, Managing Director Suara Merdeka Group Kukrit SW, Pemred Suara Merdeka Sasongko Tedjo, dan juga Pemred Koran Sore Wawasan Sriyanto Saputro.

Kesalahan Penafsiran

Tapi mengapa sekarang ''tenggelam''? Menurut Qodri, berpindahnya manuskrip-manuskrip yang berisi karya-karya pemikir Islam ke Amerika dan Eropa menjadi salah satu penyebabnya.

Oleh Barat, karya-karya besar itu diterjemahkan, dipelajari, dan kemudian ditransfer kembali ke dunia Islam. Tentu saja, sudah ada penyuntingan di sana-sini, sesuai kepentingan mereka.

Penyebab lainnya, ada kesalahan penafsiran di kalangan masyarakat Islam terhadap Alquran. Dia memberi contoh, penafsiran QS Al An'am 164 yang berbunyi ''... wala taziru waziratun wizra ukhra (... dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain)'' sebatas perdebatan boleh tidaknya tahlil.

'' Ayat itu, bisa dimaknai sebagai arti penting tanggung jawab atau responsibility dalam Islam. Kekeliruan penafsiran semacam itulah yang justru bikin Islam tidak maju-maju,'' tuturnya. (Achiar M Permana-60)

disalin dari : http://www.suaramerdeka.com/


Blog EntryRamadan dalam AlquranSep 25, '07 12:12 AM
for everyone

Ramadan dalam Alquran

  • Oleh HM Muchoyyar HS



RAMADAN terpilih sebagai bulan puasa yang diwajibkan kepada orang-orang beriman (QS 2: 183, 185). ''(Beberapa hari yang ditentukan itu) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu....''

Para ulama banyak memberikan uraian tentang hikmah puasa Ramadan, misalnya untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, orang-orang lemah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan jasmani, menambah kesehatan dan lain sebagainya. Uraian seperti itu tentu ada benarnya, walaupun sulit dirasakan oleh setiap muslim yang berpuasa. Karena lapar, haus dan lain-lainnya akibat berpuasa tidak secara otomatis mengingatkan kepada penderitaan orang lain.

Malah mendorongnya untuk mencari dan mempersiapkan makanan dan minuman yang bervariasi pada siang hari untuk melepaskan lapar dan dahaganya di kala berbuka puasa pada malam harinya. Begitu pula tidak akan mudah dirasakan oleh orang berpuasa bahwa puasa itu akan membantu kesehatan. Maka orang berimanlah akan patuh melaksanakan perintah berpuasa sepenuh hati, karena ia merasa kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan agar tenteram hidup di dunia dan bahagia dan alam baqa.

Bulan Ramadan sebagai salah satu jenis puasa wajib merupakan puasa pokok yang paling utama dibandingkan dengan puasa-puasa wajib lainnya. Puasa kafarat adalah puasa wajib karena pelanggaran suatu tata aturan. Puasa nadzar juga puasa wajib untuk membayar nadzar yang telah diikrarkan berpuasa oleh seseorang hamba Allah. Demikian pula, puasa qadha merupakan pembayaran (ganti) hari-hari puasa Ramadan yang tidak dikerjakan karena halangan.

Ramadan dipilih Allah SWT sebagai bulan diwajibkan puasa, karena bulan itu lebih baik atau istimewa dan lebih tinggi statusnya dari bulan-bulan qamariyah lainnya.

Bila diperhatikan, Ramadan adalah bulan yang paling panas karena terik matahari dan kurang layak bila dijadikan bulan untuk melaksanakan puasa sebulan penuh. Ramadan dipilih Allah SWT, karena terdapat banyak peristiwa dan kejadian-kejadian penting yang berpengaruh besar terhadap pembinaan kehidupan umat manusia.

Wahyu Allah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Melalui Malaikat Jibril pada bulan Ramadan (QS Al Baqarah: 185). Wahyu pertama ini merupakan titik tolak yang mendasar dalam menggerakkan perkembangan rohaniyah terbesar serta melahirkan suatu umat baru (umat Islam). Alquranlah yang telah mengangkat kembali derajat manusia dari lembah kenistaan dan kejumudan dengan anjurannya untuk menggunakan akal pikiran dalam menghadapi dan mengamati alam semesta ini. Alquran mengumandangkan ajaran tauhid dan memerintahkan manusia untuk melepaskan diri dari belenggu berhala atau sesembahan lainnya. Alquran juga mencantumkan secara jelas asas persamaan status yang tidak membedakan manusia dalam derajat, pangkat dan kelas tertentu.

Lailatul Qadar sebagai suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan keutamaan, jatuhnya pada bulan Ramadan. Dalam beberapa hadis dijelaskan bahwa Lailatul Qadar itu terdapat pada salah satu malam dari sepuluh terakhir bulan Ramadan.

Lailatul Qadar dengan keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, merupakan tumpuan keinginan bagi umat Islam untuk dapat menikmatinya. Firman Allah dalam surat Al-Qadar 1-3 yang artinya: ''Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu kemuliaan itu, lebih baik dari seribu bulan''.

Bulan Ramadan merupakan pula bulan kemenangan Rasulullah SAW beserta pengikutnya terhadap kaum kafir Quraisy, seperti: Pertama, Kemenangan dalam Perang Badar yang dikenal sebagai Hari Furqan atau hari pemisah antara yang benar (Islam) dan yang batil (kafir Quraisy) seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Anfal 41, yang artinya: ''Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad) di hari furqan yaitu di hari bertemunya dua pasukan....'' Hari furqan tersebut jatuhnya pada 17 Ramadan (Jumat) tahun kedua Hijriah. Kedua, jatuhnya kota Makkah dari tangan kafir Quraisy kepada umat Islam juga pada bulan Ramadan.(41)

-Prof Dr Muchoyyar HS MA, adalah guru besar IAIN Walisongo Semarang.

disalin dari : http://www.suaramerdeka.com/


Allah Memberi Karunia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Mengingin­kannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Mende­rita Kerugian

Orang-orang yang tidak memiliki ketak­waan kepada Allah dalam hatinya, dan iman­nya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedu­duk­an hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahwa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah menyatakan sebagai berikut:

“Di antara manusia ada orang yang ber­doa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaik­an) di dunia,’ dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.’ Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.s. al-Baqarah: 200-2).

Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan masalah ini, Allah memberikan con­toh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur’an. Jauh dari keinginan untuk memper­oleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk memin­ta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar diri­nya sibuk berdzikir kepada Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur’an menunjukkan niatnya yang ikhlas:

“Sesungguhnya aku menyukai kesenang­an terhadap barang yang baik karena ingat kepada Tuhanku.” (Q.s. Shad: 32).

Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulai­man a.s. tersebut dengan mengaruniakan kepa­danya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Allah juga menga­bulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.
Kenyataan yang sangat penting ini di­cerita­kan dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan mem­beri­kan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (Q.s. asy-Syura: 20).

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan bagi­nya neraka Jahanam, ia akan mema­sukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.s. al-Isra’: 18).

diambil dari karya : HARUN YAHYA "Beberapa Rahasia Al Qur'an"

Blog EntryALLAH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANGJul 3, '07 11:36 AM
for everyone
ALLAH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANG


Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah ter­sebut adalah:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebe­nar­­an.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mende­ngar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.
Allah memiliki kekuasaan dan pengeta­huan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makh­luk, setiap benda, dari orang-orang yang tam­paknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak.
Seseorang yang beriman terhadap kebenar­an ini dapat berdoa kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, sese­orang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengo­batan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesehat­an, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar terbebas dari keta­kutan dan kecemasan. Seseorang yang meng­hadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk kesehatan, dan seba­gainya. Inilah yang telah ditekankan Rasu­lullah saw. dalam sabdanya:
“Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari keja­hatan musuh dan agar rezekimu bertam­bah?” Mereka berkata, “Tentu saja wahai Ra­su­lul­lah.” Beliau bersabda, “Serulah Tuhan­mu siang dan malam, karena ‘doa’ itu meru­pakan senjata bagi orang yang ber­iman.”1
Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam al-Qur’an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana Allah telah menyatakan dalam ayat:

“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa.” (Q.s. al-Isra’:11).
Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya sese­orang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekaya­an yang banyak itu justru dapat mema­lingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang tersebut, meneri­manya sebagai amal ibadah, dan me­ngabul­kannya dengan cara yang sebaik-baik­nya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi per­janjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentu­kan, karena ia dapat bertemu dengan sese­orang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia me­nga­bulkan doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.
Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mere­ka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena “Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri.” (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucap­kan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpi­nya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.
Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Allah yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan berman­faat bagi dirinya. Allah menyatakan penting­nya doa dalam sebuah ayat:

“Katakanlah: ‘Tuhanku tidak mengindah­kan kamu, andaikan tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan menim­pamu’.” (Q.s. al-Furqan: 77)

masih dari naskah : Beberapa Rahasia Qur'an
karya Harun Yahya

Blog EntryRAHASIA AL QUR'ANJul 3, '07 11:32 AM
for everyone
Banyak orang yang tidak beriman kepada al-Qur’an sekalipun mereka mengaku sebagai orang yang beriman. Mereka menghabiskan hidup mereka dengan berpegang pada khayal­an, dan kehidupan mereka menyalahi al-Qur’an, bahkan mereka menolak al-Qur’an sebagai pem­bimbing mereka. Padahal, hanya al-Qur’an yang memberikan pengetahuan yang benar dalam masa kehidupan ini kepada setiap orang, dan al-Qur’an menjelaskan raha­sia-rahasia pencipta­an Allah dengan penje­lasan paling benar dan paling murni. Infor­masi apa pun yang tidak berdasarkan pada al-Qur’an adalah informasi yang tidak benar, dengan demikian informasi tersebut merupa­kan tipuan dan khayalan. Dengan demikian, orang-orang yang tidak berpegang pada al-Qur’an hidupnya dalam keadaan mengkhayal. Di akhirat, mereka akan dilaknat selama-lama­nya.
Dalam al-Qur’an, juga dalam shalat, perin­tah, larangan, dan akhlak yang baik, Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada umat manusia. Sesungguhnya semuanya ini meru­pa­kan rahasia penting, dan mata yang mau memperhatikan dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini di dalam hidupnya. Tidak ada sum­ber lain selain al-Qur’an yang dapat menjelas­kan rahasia-rahasia ini. Al-Qur’an adalah sum­ber istimewa bagi rahasia-rahasia ini, sehingga siapa pun orangnya, betapapun ia orang yang cerdas dan melek huruf tidak akan pernah me­ne­mukan rahasia-rahasia ini di tempat lain.
Jika sebagian orang tidak dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam al-Qur’an, sedangkan orang lain dapat memaha­mi­nya, ini merupakan rahasia lain yang dicip­takan oleh Allah. Orang-orang yang tidak mengkaji rahasia-rahasia yang diwahyu­kan dalam al-Qur’an hidup dalam keadaan men­derita dan berada dalam kesulitan. Ironis­nya, mereka tidak pernah mengetahui penye­bab penderitaan mereka. Dalam pada itu, orang-orang yang mempelajari rahasia-rahasia dalam al-Qur’an menjalani kehidupannya dengan mudah dan gembira.
Sebabnya adalah karena al-Qur’an itu jelas, mudah, dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang. Dalam al-Qur’an, Allah me­nya­takan sebagai berikut:

 “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Kami telah menurunkan kepada­mu cahaya yang terang benderang. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya, dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (Q.s. an-Nisa’: 174-75).

Namun demikian, kebanyakan manusia, meskipun mereka sanggup memecahkan masa­­lah yang sangat sulit, memiliki pema­ham­an dan mampu mempraktikkan filsafat yang sangat membingungkan, ternyata tidak mam­pu memahami hal-hal yang jelas dan seder­hana yang terdapat dalam al-Qur’an. Sebagai­mana tetah dijelaskan dalam buku ini, perso­al­an ini merupakan rahasia yang pen­ting. Di samping tidak mampu memahami sifat dunia yang sementara, hari demi hari orang-orang seperti ini semakin dekat kepada kematian yang tak dapat dielakkan. Rahasia-rahasia dalam al-Qur’an merupakan rahmat bagi orang beriman, dan di sisi lain, al-Qur’an mem­­­­­berikan ancaman bagi orang-orang kafir, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Allah menjelaskan kenyataan ini dalam sebu­ah ayat sebagai berikut:
 “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an itu hanya­lah menambah kerugian bagi orang-orang yang zalim.” (Q.s. al-Isra’: 82).

naskah ini saya salin dari : Buku "Beberapa Rahasia Qur'an"
karya Harun Yahya

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help